Buku Berisi Ajaran Garis Keras Untuk Dikendalikan Para Siswa Sekolah Menengah Atas

Ribuan eksemplar buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI yang memuat ajaran garis keras masih beredar di Kabupaten Semarang, seperti di SMAN 1 dan SMAN 2 Ungaran. Buku panduan Kurikulum 2013 itu bahkan telah berada di tangan para siswa.

Pihak SMAN 1 Ungaran, salah satu sekolah yang telah mengaplikasikan Kurikulum 2013, mengatakan buku Pembelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti itu telah dikendalikan oleh para siswa kelas XI sebelum tahu bahwa ada konten yang dipersoalkan.

Leni, salah seorang guru agama di SMAN 1 Ungaran, mengaku sesudah mengetahui eksistensi konten ajaran garis keras ini, pihaknya telah menyampaikannya terhadap pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang.

“Prinsipnya, kami siap melakukannya slot thailand (penarikan buku). Tapi, sampai hari ini, tindak lanjut penarikan buku ini belum ada sehingga buku-buku ini masih ada di tangan siswa,” kata Leni, Selasa (31/3/2015)

Sementara itu, pihak SMAN 2 Ungaran mengaku buku hal yang demikian belum sempat diajarkan di sekolah lantaran sekolah ini belum mengaplikasikan Kurikulum 2013. Ada 290 eksemplar yang diterima oleh sekolah ini.

“Buku itu belum sempat diterapkan dan semuanya masih kami simpan di perpus. Sebab kebetulan kami belum mengaplikasikan K13 (Kurikulum 2013),” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, SMAN 2 Ungaran, Abu Hanafi, Selasa siang.

Hanafi memang mengukur bahwa sebagian konten dalam buku keluaran Kemendikbud RI tahun 2014 hal yang demikian diukur tidak ideal. Kontennya sama dengan isi buku yang dikeluhkan di sejumlah tempat lain di Indonesia.

Sebelumnya diinformasikan, para guru agama dan ayah dan bunda murid galau karena ajaran radikalisme ala Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS masuk dalam Buku Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA yang beredar di sejumlah sekolah di Jombang.

Berdasarkan halaman 78 buku hal yang demikian, orang yang menyembah kecuali Allah atau non-Muslim boleh dibunuh. Ajaran hal yang demikian tidak jauh berbeda dengan yang diyakini dan dipraktikkan jaringan ISIS selama ini.

Buku hal yang demikian salah satunya ditemukan di SMA Negeri 1 Jombang, Jawa Timur. Sekolah hal yang demikian mendapatkan buku Buku Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA minggu lalu. Buku hal yang demikian diterbitkan oleh Musyawarah Guru Mata Pembelajaran (MGMP).

“Buku yang juga berisi lembar kerja itu telah kami bagikan terhadap siswa,” ujar Mukani, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jombang terhadap Surya, Kamis (19/3/2015).

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!