Mengetahui dan memahami Generation Z (people that born between 1990’s to present)

Janji kuat dan konsistensi melaksanakan Transformasi Digital sebuah keniscayaan mensikapi Industri 4.0. Dalam kaitan itu membangun sumber tenaga manusia yang tangguh melewati peningkatan pengetahuan, keterampilan dan karakter saangat penting agar kompetensi mereka tetap relevan dan lincah (agile) dalam menghadapi tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). VUCA yaitu gambaran situasi global ketika ini, yang dipicu pesatnya kemajuan teknologi isu.

Pengajaran tinggi salah satu tahapan pendidikan dan pembelajaran dalam mempersiapkan sumber tenaga manusia bermutu dan tangguh. Sebab itu urgensi melaksanakan evaluasi dan adaptasi metode pendidikan tinggi melewati pengembangan kurikulum yang cocok dengan dunia usaha dan industri (DUDI) yaitu sebuah tuntutan. Kondisi tersebut bertepatan dengan Generasi Z /Gen Z dengan karakter tersendiri yang ketika ini menjelang pendidikan tinggi.

Dalam konteks pendidikan, pemahaman perihal karakteristik tiap generasi menjadi penting untuk joker123 memutuskan bagaimana strategi pendidikan yang efektif diberikan kepada peserta ajar. Tujuannya tak sekedar capaian akademik dan pedagogik, tapi juga bagaimana pelaksanaan pendidikan mampu menumbuhkan karakter dan kecintaan peserta ajar kepada aktivitas belajar, serta mengoptimalkan kompetensi yang memadai. Saat ini, sebagian besar dari Gen Z berada pada tahapan pendidikan tinggi. Ini berarti, penyesuaian metode pembelajaran dalam ruang-ruang pendidikan tinggi sepatutnya memutuskan karakteristik Gen Z agar cocok dengan kebutuhan mereka, sekalian dunia usaha dan industri (DUDI) tanpa melalaikan ketertarikan dan habituasi mereka sebagai sebuah kategori generasi.

Bertepatan pula Indonesia tengah berada pada jangka waktu Bonus Demografi. Sensus 2020 menunjukkan komposisi penduduk Indonesia sebagian besar berasal dari Generasi Z/Gen Z (generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga dengan 2012) sebanyak 27, 94% atau 74, 93 juta. Sementara Generasi Milenial yang diinginkan menjadi motor pergerakan masyarakat ketika ini lebih sedikit, yaitu 25, 87% atau 69, 38 juta dari total penduduk Indonesia.

Bidang pendidikan yaitu aspek dalam kehidupan manusia yang mempunyai jangkauan atau ruang kajian yang sangat luas. Pengajaran tak bisa dilepaskan dari disiplin ilmu lain yang mempunyai keterkaitan erat antara satu dengan yang lain, salah satunya yaitu bidang sosiologi. Ilmu yang berhubungan dengan kehidupan sosial masyarakat ini terpaut dengan bidang pendidikan yang berperan penting pula dalam perkembangan dunia pendidikan.

Salah satunya yaitu teori generasi yang ketika ini ramai diperbincangkan sebab salah satu faktor pendidikannya, yaitu peserta ajar tak bisa dilepaskan dari teori ini. Teori generasi erat kaitannya dengan beraneka istilah yang menjadi tren baru-baru ini ini. Banyak istilah yang diaplikasikan dalam menyebut kategori generasi khususnya generasi muda. Istilah seperti generasi milenial, generasi zaman “now”, generasi internet, dan lain-lainnya yaitu istilah yang kerap kita dengar ketika ini.

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!