Pendidikan Karakter Beri Manfaat Organisator Pendidikan 2024 Terkini

Pemerintah Republik Indonesia mengukur adanya tantangan dan urgensi dari dikeluarkannya Tertib Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 seputar Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan motto “Bahagia Belajar di Rumah Kedua”. Karena penguatan pengajaran karakter memberi manfaat bagi seluruh aktivis di bidang pengajaran secara menyeluruh.

Sebagian tantangan dan urgensi dikeluarkannya program Penguatan Pendidikan Karakter antara lain: Harmonisasi pengembangan potensi siswa yang belum optimal, besarnya populasi siswa, guru, dan sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, belum optimalnya sinergi tanggung jawab terhadap pengajaran karakter si kecil antara sekolah, orang tua dan masyarakat.

Kemudian tantangan-tantangan berikutnya yaitu globalisasi, seperti slot qris akibat negatif teknologi berita dan komunikasi terhadap gaya hidup remaja, serta pudarnya nilai-nilai religiusitas dan kearifan lokal bangsa.

Lalu tantangan terbatasnya pendampingan orang tua mengakibatkan krisis identitas dan disorientasi tujuan hidup si kecil, ada pula keterbatasan sarana belajar dan infrastruktur prasarana dan sarana sekolah, sarana transportasi, jarak antara rumah siswa ke sekolah (jalanan sungai, hutan), sehingga PPK diimplementasikan berjenjang.

Karena itu, program Penguatan Pendidikan Karakter dengan motto “Bahagia Belajar di Rumah Kedua” yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mesti menjawab tantangan dan urgensi di atas agar memiliki manfaat tak cuma bagi siswa, juga bagi aktivis pengajaran di sekolah, pemerintah, sampai institusi masyarakat.

Berikut 6 Manfaat Penguatan Pendidikan Karakter yang tertuang dalam Tertib Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017:

1.Penguatan karakter siswa dalam mempersiapkan kekuatan saing siswa dengan kompetensi abad 21, yaitu: berdaya upaya kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

2.Pelajaran dilaksanakan terintegrasi di sekolah dan di luar sekolah dengan pengawasan guru

3.Penguatan dan revitalisasi peran Kepala Sekolah sebagai manager dan guru sebagai inspirator PPK

4.Revitalisasi Komite Sekolah sebagai badan gotong royong sekolah dan partisipasi masyarakat

5.Diperkuatnya peran keluarga lewat kebijakan pelajaran 5 (lima) hari

6.Sinergi antar Kementerian, Pemda, institusi masyarakat, aktivis pengajaran dan sumber-sumber belajar lain.

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!