Sejarah Pergantian Kurikulum di Indonesia

pendidikan Indonesia 1

Pemerintah udah menerapkan bermacam model kurikulum pendidikan Indonesia sejak era pasca kemerdekaan hingga sementara ini. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka yang disiapkan untuk tingkat sekolah menengah atas atau umum (SMA/SMU). Kurikulum itu menjadi diterapkan pada Tahun Ajaran 2022/2023.

Lewat kurikulum ini, siswa SMA (Sekolah Menengah Atas), SMA LB (Luar Biasa), dan Madrasah aliyah (MA), mampu memilih gabungan mata pelajaran cocok dengan minatnya. Selain itu, Kurikulum Merdeka tidak dapat membawa dampak sekat-sekat penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa yang selama diterapkan kepada para pelajar SMU.

Menurut Mendikbud Ristek Nadiem Makarim Kurikulum sbobet indonesia Merdeka yang di awalnya disebut sebagai Kurikulum Prototipe ini dapat menambahkan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah.

Indonesia tercatat udah menerapkan sejumlah kurikulum berbeda. Hal itu berkenaan dengan perkembangan zaman menjadi berasal dari era pasca kemerdekaan hingga pembangunan.

Berikut ini paparan singkat berkenaan perjalanan dan perubahan kurikulum di Indonesia yang  dirangkum berasal dari bermacam sumber:

1. Kurikulum 1947 (Rentjana Pelajaran 1947)

Kurikulum 1947 dibuat dua tahun sesudah proklamasi kemerdekaan. Saat itu Indonesia tetap bergolak karena agresi militer Belanda dan Sekutu serta berlangsung sejumlah pemberontakan.

Awalnya kurikulum itu tetap mengfungsikan makna Belanda yakni Leerplan. Di dalam kurikulum itu pemerintah mencoba merancang proses pembelajaran bagi para pelajar di era revolusi dengan menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di wajah bumi ini.

Kurikulum 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan cuma pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Kurikulum itu baru mampu dilaksanakan pada 1950 sesudah Republik Indonesia meneken kesepakatan dengan Kerajaan Belanda yang dikenal dengan Konferensi Meja Bundar pada 2 November 1949 dan menjadi berlaku pada 27 Desember 1949.

2. Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran Terurai 1952)

Pada 1952 pemerintah menerapkan kurikulum baru yang merupakan penyempurnaan Kurikulum 1947. Di dalam Kurikulum 1952 diatur berkenaan topik pembahasan di setiap mata pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan penduduk sehari-hari. Selain itu kurikulum juga menyesuaikan satu orang guru cuma mengajar satu mata pelajaran.

3. Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964)

Kurikulum 1964 dirancang dengan obyek memupuk ilmu akademik pada jenjang sekolah dasar. Selain itu, rancangan pembelajaran menitikberatkan pada pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani atau disebut Pancawardhana.

Dalam penerapan kurikulum itu proses pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, dan produktif. Berdasarkan hal itu pemerintah memastikan hari Sabtu adalah hari krida yakni berikan kebebasan bagi siswa berlatih bermacam kegiatan cocok dengan minat dan bakatnya.

Baca juga:

Begini Cara Negara Berkembang Naikkan Kualitas Pendidikan

Beberapa Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia Mulai Dari Universitas Hingga Politeknik

4. Kurikulum 1968

Kurikulum itu dibuat sesudah perubahan rezim pemerintahan berasal dari Orde Lama kepada Orde Baru, tepatnya tiga tahun sesudah peristiwa 30 September 1965. Penerapan kurikulum itu juga sarat dengan nilai politis lantaran dianggap untuk menghapus peninggalan Orde Lama dan rezim Soekarno.

Tujuan utama kurikulum itu adalah untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan kepercayaan beragama.

Ciri Kurikulum 1968 adalah materi pada jenjang pendidikan rendah mempunyai korelasi atau keterkaitan untuk jenjang pendidikan seterusnya (correlated subject curriculum).

Selain itu, karakter materi pelajaran pada Kurikulum 1968 adalah teoretis dan tidak amat dikaitkan dengan problem pada kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, pada kurikulum itu di mulai proses penjurusan yang di mulai pada tingkat kelas 2 SMU atau kelas 11.

5. Kurikulum 1975

Kurikulum itu diterapkan sesudah program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) bagian pertama berlangsung di era pemerintahan Orde Baru. Kurikulum itu menekankan pendidikan lebih efisien dan efisien akibat efek rancangan MBO (management by objective).

Di dalam Kurikulum 1975, metode, materi, dan obyek pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Hal itu membangkitkan makna satuan pelajaran, yakni rancangan pelajaran setiap satuan bahasan.

Penerapangan kurikulum itu ramai dikritik oleh para guru karena mereka kelanjutannya amat repot menuliskan perincian berasal dari setiap kegiatan pembelajaran. Pada kurikulum itu nama pelajaran ilmu alam dan ilmu hayat diubah jadi ilmu ilmu alam. Sedangkan pelajaran ilmu aljabar dan ilmu ukur jadi mata pelajaran matematika.

6. Kurikulum 1984

Perubahan kurikulum di Indonesia berlangsung lagi pada 1984. Di dalam kurikulum itu dikenal dengan rancangan pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Kurikulum 1984 dibuat karena kurikulum di awalnya dinilai lambat dalam merespons kemajuan di kalangan masyarakat. Di dalam kurikulum itu juga ditambahkan mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB).

Selain itu, Kurikulum 1984 juga membagi mata pelajaran siswa SMA jadi program inti dan program pilihan cocok minat dan bakat.

7. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Kurikulum 1994 serta Suplemen Kurikulum 1999 dibuat berasal dari hasil gabungan Kurikulum 1975 dan 1984. Akan tetapi, penerapan kurikulum itu dihujani kritik oleh kalangan praktisi pendidikan hingga orangtua pelajar. Sebabnya adalah materi pembelajaran dinilai amat berat dan padat.

Selain materi pelajaran umum yang dinilai berat, di dalam kurikulum itu juga ditambahkan materi muatan lokal layaknya bhs daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Pada Kurikulum 1994 berlangsung perubahan proses proporsi sementara pelajaran berasal dari semester ke caturwulan. Yaitu periode pembelajaran dibagi jadi tiga kali caturwulan selama setahun.

Kemudian, pada penerapan Kurikulum 1994 singkatan SMP (Sekolah Menengah Pertama) diganti jadi SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama), kemudian SMA diganti jadi SMU (Sekolah Menengah Umum).

Program penjurusan di SMA pada Kurikulum 1994 dibagi jadi tiga program yakni IPA, IPS, dan bahasa. Mata pelajaran PSPB dihapus pada kurikulum itu.

8. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004

Pada 2004 kurikulum di Indonesia lagi bergeser jadi KBK sebagai pengganti Kurikulum 1994. Kurikulum itu menitikberatkan pada kompetensi tiga unsur pokok, yakni pemilihan kompetensi cocok spesifikasi, indikator-indikator evaluasi untuk memilih keberhasilan pencapaian kompetensi, dan pengembangan pembelajaran bagi peserta didik dan tenaga pengajar.

Dengan kurikulum itu, sekolah diberi kewenangan menyusun dan mengembangkan komponen kurikulum cocok dengan situasi sekolah dan keperluan peserta didik berasal dari yang awalannya berbasis materi jadi kompetensi.

KBK membawa tanda-tanda yang menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil studi dan keberagaman. Lalu kegiatan pembelajaran mengfungsikan pendekatan metode bervariasi.

Pada kurikulum ini peserta didik diinginkan melacak sumber pembelajaran lain yang mencukupi unsur edukasi dan tidak amat terpaku kepada guru sebagai sumber belajar. Pada kurikulum 2004 pemerintah lagi merubah nama SLTP jadi SMP dan SMU lagi lagi jadi SMA.

9. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006

Kurikulum itu diterapkan sejak pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 berkenaan proses pendidikan nasional yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah No 10 tahun 2003.

Meski kurikulum itu hampir mirip dengan KBK 2004, namun prinsip penyusunannya mengfungsikan rancangan desentralisasi pada proses pendidikan. Pemerintah cuma memastikan standar kompetensi dan kompetensi dasar, lalu guru diminta mengembangkan silabus dan penilaian cocok situasi sekolah dan peserta didik di area masing-masing.

10. Kurikulum 2013 (K-13)

Kurikulum 2013 (K-13) diterapkan oleh pemerintah untuk menukar Kurikulum 2006 (KTSP). Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya kurang lebih pertengahan tahun 2013, Kurikulum 2013 diterapkan secara terbatas pada sekolah perintis, yakni pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK.

Sedangkan pada 2014, Kurikulum 2013 udah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Jumlah sekolah yang jadi sekolah perintis adalah sebanyak 6.326 sekolah tersebar di semua provinsi di Indonesia.

Kurikulum 2013 mempunyai empat segi penilaian, yakni segi pengetahuan, segi keterampilan, segi sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, lebih-lebih di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan.

Akan tetapi, penerapan K-13 dihentikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan lewat Peraturan Menteri no 60/2014 tanggal 11 Desember 2014. Alhasil kurikulum yang digunakan lagi kepada KTSP, jikalau bagi satuan pendidikan basic dan menengah yang udah melaksanakannya selama 3 (tiga) semester, satuan pendidikan usia dini, dan satuan pendidikan khusus.

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!