Tiga Kementerian pantau program pendidikan Penemuan di NTT

Tiga kementerian melakukan pemantauan ( kepada program Penemuan untuk Buah Sekolah Indonesia (INOVASI) kemitraan dengan Pemerintah Australia dan mitra pembangunan pendidikan lainnya di Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Sejumlah pejabat eselon I dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan berkunjung ke slot gacor hari ini Kabupaten Nagekeo untuk mengamati secara segera program pendidikan yang dilaksanakan INOVASI,” kata Manajer Program INOVASI di Provinsi NTT, Hironimus Sugi ketika di hubungi di Kupang, Selasa, (17/1/2023).

Dia mengatakan pemantauan bersama dilaksanakan tiga kementerian itu berlangsung di sejumlah sekolah dasar dan Madrasah ibtidaiah (MI) yang menjadi sekolah pendampingan INOVASI di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores.

Menurut dia kunjungan yang dilaksanakan sejumlah pejabat dari ketiga kementerian itu berlangsung pada 8-9 Februari 2023 bertujuan mengamati segera pendekatan implementasi, pola pendampingan dan pengaruh program Penemuan untuk Buah Sekolah Indonesia (INOVASI) dan mitra pembangunan pendidikan lainnya di Nagekeo.

“Para pembuat kebijakan dari ketiga kementerian hal yang demikian juga akan mendapatkan kabar mengenai perkembangan dan kendala Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), akses kepada Platform Merdeka Mendidik (PMM), serta Rapor Pendidikan,” kata Hironimus Sugi.

Menurut dia pejabat eselon I dari Kemendikbudristek yang dijadwalkan hadir, lanjut Hironimus, ialah Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo, Direktur Jenderal Pendidikan Buah Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril, serta Plt. Direktur Jenderal Guru dan Daya Kependidikan, Nunuk Suryani.

Sementara dari Kementerian Agama ialah Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani akan mewakili Kemenag, dan Plt. Deputi Direktur Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebiasaan, Subandi, mewakili Bappenas serta sejumlah pejabat dari tiga kementerian hal yang demikian.

Hironimus membeberkan, selama berada di Kabupaten Nagekeo dibagi ke dalam lima rombongan dan akan mengunjungi masing-masing dua sekolah berbeda seperti mengunjungi SD Inpres Wudu di Kecamatan Boawae dan MI Negeri Nagekeo di Aesesa, mengunjungi SD Inpres Nebe dan MI Swasta Al-Berlapang Aloripit, MI Swasta Nurussaadah Nangadhero dan SD Katolik St. Stefanus Nangadhero, serta mengunjungi PAUD St. Clara dan SD Katolik Wolopogo di Boawae dan SD Katolik Galawea dan SD Negeri Ndora di Nangaroro

“Masing-masing rombongan mempunyai tema atau konsentrasi yang mau dipantau seperti Implementasi Kurikulum Merdeka, Literasi Dasar Berbasis Bahasa Ibu, Pemakaian Buku Bacaan Nonteks, Perpustakaan Ramah Buah, dan Kepemimpinan Pelajaran,” kata Hironimus Sugi.

Hironimus membeberkan, berkaitan Literasi Dasar Berbasis Bahasa Ibu, studi awal INOVASI menunjukkan bahwa 42 persen siswa kelas awal di Nagekeo belum bisa berbahasa Indonesia.

Menurut dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo melakukan ujicoba penerapan bahasa Nage di 10 PAUD dan 10 SD di Kecamatan Boawae.

“Dalam kunjungan ini regu pemantau akan mengamati perkembangan dan kendala implementasi tutorial yang ada,” kata Hironimus Sugi.

Menurut dia kunjungan ke sekolah akan menjadi usul pada rapat Komite Pengarah Nasional Program INOVASI berkaitan keberlanjutan program-program yang telah dilaksanakan.

Selain itu pemantauan ini juga akan memberi perspektif IKM yang lebih berjenis-tipe untuk madrasah dan bisa menjadi pertimbangan dalam membentuk taktik implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah dalam menyongsong penerapan Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional pada 2024 nanti.

“Sementara itu inovasi lapangan berkaitan penerapan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran lebih-lebih di kelas awal di SD ataupun madrasah juga bisa menjadi usul untuk pengembangan prinsip dan tutorial bahasa transisi bagi guru yang mengajar siswa yang belum bisa berbahasa Indonesia,” tegas Hironimus Sugi.

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!