10 Tempat Wisata Di Jakarta

Tempat Wisata DI Jakarta yang Instagramable

Rekomendasi tempat wisata di jakarta yang instagramable cocok untuk liburan bersama orang tersayang. pusing dengan rutinitas sehari hari? mau liburan tapi lagi PPKM darurat. Gausah bingung! kali ini, kita akan membahas tempat wisata di jakarta yang bisa kamu datengin. apa saja ya? Yuk kita simak penjelasannya!

  • Taman Ismail Marzuki
  • Planetarium
  • Taman Menteng
  • Kota Tua
  • Museum Macan
  • Museum Wayang
  • Jembatan Kota Intan
  • Museum Tekstil
  • Margasatwa Muara Angke
  • Rumah Si Pitung

Tempat Wisata Di Jakarta – Taman Ismail Marzuki

Tempat Wisata Di Jakarta – Taman Ismail Marzuki

Tempat wisata di jakarta yang pertama adalah Taman Ismail Marzuki. Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang terkenal disebut Taman Ismail Marzuki( TIM) ialah suatu pusat kesenian serta kebudayaan yang berlokasi di jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat. Di sini terletak Institut Kesenian Jakarta serta Planetarium Jakarta. Tidak hanya itu, TIM juga mempunyai 6 teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, serta bioskop. Acara- acara seni serta budaya dipertunjukkan secara teratur di pusat kesenian ini, tercantum pementasan drama, tari, wayang, musik, pembacaan puisi, pameran lukisan serta pertunjukan film. Bermacam tipe kesenian tradisional serta kontemporer, baik yang merupakan tradisi asli Indonesia ataupun dari luar negara juga bisa ditemui di tempat ini. Nama pusat kesenian ini berasal dari nama pencipta lagu populer Indonesia, Ismail Marzuki

Tempat Wisata Di Jakarta – Planetarium

Planetarium

Tempat wisata di jakarta selanjutnya adalah Planetarium jakarta. Planetarium Jakarta merupakan satu dari 3 wahana simulasi langit di Indonesia selain di Kutai, Kalimantan Timur, serta Surabaya, Jawa Timur. Planetarium tertua ini posisinya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Planetarium Jakarta ialah fasilitas wisata pembelajaran yang bisa menyajikan pertunjukan/ peragaan simulasi perbintangan ataupun benda- benda langit. Wisatawan diajak mengembara di jagat raya buat menguasai konsepsi tentang alam semesta lewat kegiatan demi kegiatan.

Planetarium Jakarta berdiri tahun 1964 diprakarsai Presiden Soekarno serta diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1969. Di tempat ini pula ada ruang pameran benda- benda angkasa yang menyuguhkan bermacam gambar dan penjelasan lengkap dari bermacam wujud galaksi, teori- teori pembuatan galaksi diiringi pengenalan tokoh- tokoh di balik timbulnya teori.

Di ruang pameran ini, terdapat pula pajangan pakaian antariksa yang digunakan mengarungi angkasa, termasuk mendarat di bulan. Sebagian perlengkapan lain buat pengamatan antariksa ikut dipamerkan.

Tidak hanya pertunjukan Teater Bintang serta multimedia/ citra ganda, Planetarium& Observatorium Jakarta pula sediakan fasilitas prasarana observasi benda- benda langit lewat peneropongan secara langsung, buat melihat fenomena/ kejadian- kejadian alam yang lain, semacam gerhana bulan, gerhana matahari, komet serta lain- lain.

BACA JUGA : Gunung Tertinggi di Indonesia dengan Pemandangan Indah, Ada Puncak Papua

Tempat Wisata Di Jakarta – Taman Menteng

Taman Menteng

Menteng Park adalah taman yang terletak di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini pernah ditempati oleh Stadion Menteng.

Taman ini berada di area seluas 2,9 hektar, dan memiliki koleksi 30 spesies tanaman yang berbeda. Menteng Park juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti taman bermain untuk anak-anak dan futsal dan bola basket. Uniknya, di taman ini ada juga 44 sumur infiltrasi untuk membantu menyerap air hujan ke tanah.

Kota Tua

Kota Tua

Kota Tua Jakarta, juga dikenal sebagai Batavia lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia. Area khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka).

Dijuluki “Permata Asia” dan “Queen of the East” pada abad ke-16 oleh Eropa Pelihan, Jakarta Old Long dianggap sebagai pusat perdagangan bagi benua Asia karena lokasi strategis dan sumber daya yang berlimpah.

Museum Macan

Museum Macan

Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara (Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara) atau Museum Macan adalah Museum Seni di Kebon Jeruk di Jakarta, Indonesia. Museum ini adalah yang pertama di Indonesia yang memiliki koleksi seni modern Indonesia dan internasional. [1] [2] Museum ini memiliki lantai 7.107 meter persegi dengan luas sekitar 4.000 meter persegi. [3] Museum ini termasuk dalam daftar 100 tempat terbaik di 2018 yang dirilis oleh majalah Time. [4] Museum Macan dibuka pada November 2017.

Museum Wayang

Museum Wayang

Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk boneka dari seluruh Indonesia, keduanya terbuat dari kayu dan kulit dan bahan-bahan lainnya. Wayang-Bonpets dari luar negeri juga di sini, misalnya dari Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja. Hingga saat ini Museum Wayang mengumpulkan lebih dari 4.000 boneka, terdiri dari boneka, boneka, boneka kardus, rumput boneka, boneka batu, topeng, boneka, boneka dan gamelan. Umumnya boneka yang dikumpulkan di museum ini adalah boneka dari Eropa meskipun ada juga dari beberapa negara non-Eropa seperti Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, India dan Kolombia.

Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan

The Intan City Bridge adalah jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC, atau masyarakat kita lebih akrab dengan Kumpeni. Jembatan ini sekarang terletak di masa-masa besar kota tua wilayah Jakarta Barat dan berada di bawah pengelolaan Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Museum Tekstil

Museum Tekstil

Museum Tekstil menempati sebuah bangunan tua di Jalan K. Tubun / South Bamboo City No. 4 Subdistriction Palmerah, Jakarta Barat

Bangunan itu sendiri awalnya merupakan rumah pribadi dari warga negara Prancis yang dibangun pada abad ke-19. Kemudian dibeli oleh Konsul Turki bernama Abdul Azis Almussawi Al Kazimi yang menetap di Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1942 yang dijual ke Dr. Karel Christian Cruq.

Selama perjuangan kemerdekaan Indonesia, bangunan ini menjadi markas keamanan rakyat (BKR) dan pada tahun 1947 dihuni oleh Lie Sion Pin. Pada tahun 1952 dibeli oleh Kementerian Sosial dan pada 25 Oktober 1975 diserahkan kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang kemudian pada 28 Juni 1976 itu diresmikan oleh Ny. Tien Soeharto sebagai museum tekstil

Margasatwa Muara Angke

Margasatwa Muara Angke

Suaka Margasatwa Suaka Muara Angke (SMMA) adalah kawasan konservasi berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Indonesia: 097 / Kpts-II / 1988, 29 Februari 1998 di Wilayah Hutan Mangrove (Mangrove) di Pantai Utara Jakarta. Secara administratif, daerah ini termasuk wilayah Desa Kapuk Muara, Distrik Penjaringan, Kota Jakarta Utara. Daerah yang berdekatan dengan perumahan pantai Kapuk yang indah ini, hanya dibatasi oleh Angke Times dengan pemukiman nelayan Muara Angke. Di sisi utara SMMA, ada hutan lindung Angke-Kapuk yang berada dalam otoritas Layanan Kehutanan DKI Jakarta.

Awalnya SMMA ditetapkan sebagai cagar alam oleh pemerintah Hindia Belanda pada 17 Juni 1939, dengan luas awal 15,04 ha. Maka daerah ini diperluas sehingga sekitar tahun 1960-an dicatat pada 1.344,62 ha. Dengan meningkatnya tekanan dan kerusakan lingkungan baik di dalam maupun di sekitar wilayah Angke Muara, beberapa daerah dari cagar alam kemudian rusak. Jadi, setelah 60 tahun memegang status cagar alam, pada tahun 1998 pemerintah mengubah status area ini menjadi suaka satwa liar untuk merehabilitasi. Perubahan status ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 097 / KPTS-II / 1998 sebagai suaka satwa liar bagi Muara Angke dengan luas 25,02 ha.

Meskipun SMMA adalah suaka margasatwa terkecil di Indonesia, perannya cukup penting. Bahkan BirdLife International – Salah satu organisasi pengawetan burung di dunia – memasuki wilayah Muara Angke sebagai salah satu bidang penting bagi burung

Rumah Si Pitung

Rumah Si Pitung

Tempat wisata di jakarta yang terakhir adalah Rumah Si Pitung. Rumah Pitung di Marunda, Jakarta Utara, Indonesia, adalah salah satu dari sedikit rumah panggung Betawi yang tersisa. Rumah panggung ini merupakan representasi dari kediaman komunitas Betawi yang tinggal di wilayah pesisir. Rumah ini adalah museum dan termasuk dalam warisan budaya. Tidak diketahui ketika rumah Pitung didirikan. Diperkirakan bangunan itu dibangun pada abad ke-20. Rumah panggung yang sering disebut rumah Marunda yang tinggi mirip dengan rumah bugis tradisional. Rumah ini dimiliki oleh Haji Saipudin, sektor kaya untuk ikan dari Makassar (sumber lain mengatakan Haji Saipudin adalah seorang juragan sero, atau konglomerat kapal).

Haji Saipuddin diyakini sebagai teman dekat Pitung. Pitung hanya dicurigai beberapa kali di rumah (diperkirakan pada tahun 1890-an). Dia berhenti di Pitung terakhir kali untuk bersembunyi dari pengejaran pasukan Belanda dengan tuduhan perampokan. Pemerintah DKI Jakarta pertama kali memulihkan rumah panggung yang didukung oleh 40 tiang pada tahun 1972. Sebelumnya pada tahun yang sama gedung itu dibeli oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari keturunan (ahli waris) H. Saipudin. Bangunan itu sekarang merupakan museum dan termasuk dalam warisan budaya berdasarkan Keputusan Gubernur No.475 tahun 1993 dan Keputusan Menteri No.140 / M / 1998. Lembaga yang memberikan nama Rumah Pesisir Betawi asli sebagai rumah Pitung adalah Museum Nasional.

Pada 2010 rumah Pitung direnovasi lagi oleh pemerintah dengan anggaran Rp. 3 miliar. Renovasi yang dilakukan adalah untuk meningkatkan bangunan tinggi 4 meter (untuk menghindari air laut), mengganti lantai asli yang terbuat dari bilah bambu untuk diganti dengan kayu. Dua tahun kemudian direnovasi dikembalikan oleh layanan budaya Jakarta Utara. Renovasi dengan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar hanya dilakukan di gedung-gedung lain, halaman dan gerbang, pagar di sekitar rumah Pitung. Meskipun renovasi dilakukan beberapa kali, model asli bangunan itu dipertahankan. Untuk memasuki rumah Pitung, pengunjung harus Naiki tangga yang posisinya di sisi utara. Di dalam rumah ada ruang tamu berukuran sekitar 2 x 2,5 meter, kamar tidur bersama dengan tempat tidur, ruang makan dan dapur yang mengarah ke beranda belakang.

Summary
10 Tempat Wisata Di Jakarta
Article Name
10 Tempat Wisata Di Jakarta
Description
Rekomendasi tempat wisata di jakarta yang instagramable cocok untuk liburan bersama orang tersayang. pusing dengan rutinitas sehari hari? mau liburan tapi lagi PPKM darurat. Gausah bingung! kali ini, kita akan membahas tempat wisata di jakarta yang bisa kamu datengin. apa saja ya? Yuk kita simak penjelasannya!
Author

Rahman Pradana

Penikmat kopi yang punya hobi jalan jalan ke luar negeri, terutama Puerto Rico. Suka sharing seputar tips traveling, dan mencicipi berbagai kuliner terbaik di semua daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *